Di suatu sore yang cerah - cerah kuku. Ah, istilah apa ini. Mau dibilang cerah banget gak juga karena ada sedikit awan - awan yang bergelayut manjah, namun mau dibilang mendung juga gak tepat karena surainya sang mentari masih setia membelai bumi. Jadi ya... Begitu lah ya. Cerah - cerah kuku. 😅 Kita sekeluarga lagi dalam perjalanan menuju rumah. Alunan merdu "See you again" nya Wiz Khalifa mengalun dari perangkat audio di mobil. Membuat emak serasa disopiri Brian O'Conner. Entah karena lagunya, atau karena yang nyopirin memang mirip Paul Walker. #plak 😄😄
Di sepanjang jalan pohon - pohon berbaris rapi. Selama ini keberadaan pohon itu tidak pernah mengganggu perjalanan kami. Sampai di sore ini, Si sulung yang berusia 5,5 tahun tiba - tiba saja berteriak, "Ma... Ma... Liat pohon - pohonnya bisa jalan, Ma."
Emak yang lagi berada di jalanan Pikes Peak, Colorado dengan disopiri Brian O'Conner tiba-tiba ditarik paksa kembali ke Bumi Lancang Kuning. Masih belum sepenuhnya mengerti dengan pertanyaan Si Sulung.
"Pohon yang mana, Bang? " Emak mencoba klarifikasi.
"Itu lho Ma, yang di pinggir jalan. Pohon-pohonnya bisa jalan. Kejar-kejaran mereka." jelas Si Sulung.
Oke. Emak mulai bisa mengerti arah pembicaraan ini. Cuma masih bingung bagaimana musti menjelaskannya. Emak membatin, apa ini pertanda kalau sudah saatnya emak mengajarkan tentang GLB dan GLBB ya sama Si Sulung 😅😅
Terdiam sejenak, mencoba memilah - milah kata agar mudah dimengerti, Emak akhirnya menyerah, trus menjawab, "Itu namanya gerak semu, Bang".
"Apa Ma? Gerak semut? " Timpal Si sulung.
"Bukan. Gerak semu. Sebenernya yang bergerak itu kita yang lagi di mobil, mobil ini yang jalan, pohon - pohon itu diam aja. Tapi keliatannya bergerak. Sebenernya enggak. Kita yang bergerak". Kalimat Emak bolak balik, mencoba menjelaskan.
Si Sulung diam sejenak. Mungkin mencoba mencerna penjelasan maknya yang absurd.
"Jadi gerak semu ya Ma? "
"iya"
"Kayak pagar - pagar itu juga?" tanyanya sembari menunjuk pagar kawat di pinggiran jalan.
"Iya. Pagar itu juga. " Emak tersenyum. Sepertinya sudah ada titik terang.
Harap - harap cemas emak menunggu respon selanjutnya. Setelah beberapa saat, Si Sulung tidak meneruskan lagi pertanyaannya, sibuk dengan robot - robotan Ultramannya. Entah karena mengerti atau makin bingung 😅 Yang jelas untuk sekarang emak udah selamat. #Phewww... 😅
Kadung udah membahas tentang gerak semu, ada baiknya kita bahas dikit mengenai gerak ini ya.
Kita mulai dengan pertanyaan "Kapan sebenarnya suatu benda dikatakan bergerak?" Kalau kamu bertanya - tanya kenapa ini musti ditanyakan saya pun gak tau. Karena terkadang manusia itu suka meribetkan dirinya sendiri dengan berbagai teori dan defenisi. Seperti halnya banyak yang mencoba mendefenisikan apa itu cinta. Padahal cinta gak butuh didefenisikan, cukup dirasakan. Ya, kan?😏
Oke. Kembali ke pembahasan. Gerak. Dalam ilmu fisika, suatu benda dikatakan bergerak jika benda tersebut mengalami perubahan jarak (posisi) terhadap titik acuan. Jadi komponennya ada tiga, yaitu : benda, perubahan jarak (posisi), dan titik acuan. Berdasarkan defenisi ini suatu benda bisa dikatakan bergerak ataupun tidak bergerak dalam waktu yang bersamaan, tergantung dari titik acuan yang digunakan. Itulah mengapa gerak benda dalam fisika bersifat relatif.
Bingung??? Mari kita cermati dengan contoh berikut.
"Sebuah mobil jeep menarik mobil sedan yang mogok dari sebuah rumah menuju bengkel."
Dari ilustrasi tersebut dapat dibuat beberapa pernyataan tentang gerak sebagai berikut :
- Mobil jip bergerak terhadap rumah
- Mobil jip bergerak terhadap bengkel
- Mobil jip tidak bergerak terhadap mobil sedan.
See? Sebuah benda bisa dikatakan bergerak dan juga tidak bergerak dalam waktu yang sama tergantung pada titik acuannya. Jadi bisa disimpulkan bahwa sebuah benda dikatakan bergerak jika terjadi perubahan posisi terhadap titik acuan. Ketika antara benda yang diamati dan titik acuan tidak terjadi perubahan posisi maka benda tersebut dikatakan tidak bergerak.
Mungkin itulah kenapa ketika kamu dan dia lagi berjalan bergandengan tangan di sepanjang jalan kenangan (ehmm) waktu jadi seakan berhenti berputar ya, bisa jadi disebabkan karena kamu tidak bergerak terhadap dia, dan diapun tidak bergerak terhadap kamu. Iya... Kamu.😜
Sepertinya cukup sekian dulu, udah mulai ngelantur ini. 😅
Salam dari Emak 3 krucils.
Aaaa keren kak ra...
BalasHapus