Jumat, 28 Desember 2018

Bumi, Hujan, dan Jodoh

"Hujan, bagiku adalah rangkuman sempurna mengenai defenisi jodoh tak akan kemana, meski harus teramat pajang proses yang dilaluinya" - (Fissilmi Hamida, 2018, Autumn Leaves : Kisah Dibalik Musim Gugur) 

Ah, berat ya kutipan pembuka postingan kali ini. 😅
Tapi tenang, kita gak akan bahas  masalah yang rumit-rumit koq. Memang benar postingan kali ini terinspirasi dari sebuah kalimat dalam novel yang beberapa hari lalu saya baca. Hal ini tentu saja menggelitik 'naluri sains' saya karena penulis mengait-ngaitkan antara hujan dengan jodoh. Kira-kira apa hubungannya ya? Apakah bisa dijelaskan dari sudut pandang sains?

Lets see.

Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es, dan slit (campuran hujan dan salju). (https://id.wikipedia.org/wiki/Hujan)

Matahari yang menyinari bumi menimbulkan efek panas yang membuat air yang ada di permukaan bumi seperti air danau, sungai dan laut menguap. Akibat suhu udara yang tinggi, uap air yang terbentuk mengalami kondensasi (pemadatan) menjadi tetesan embun. Titik-titik embun semakin banyak berkumpul memadat membentuk awan. Dengan bantuan tiupan angin, awan - awan akan bergerak ke tempat lain membuat awan kecil menyatu menjadi gumpalan awan yang lebih besar kemudian bergerak ke tempat yang memiliki suhu lebih rendah. Kumpulan awan yang semakin banyak akan membuat awan berubah menjadi semakin berat dan kelabu. Akibatnya titik - titik air menjadi tak terbendung lagi sehingga turun menjadi tetesan hujan. Secara lebih jelas bisa dilihat pada gambar berikut.


Sumber : Google

See??
Hujan itu berasal dari bumi, dan kembali lagi ke bumi. Walaupun untuk itu, ia harus melalui proses yang sangat panjang dan berat. Dipanaskan, dipadatkan, dan bahkan kadang harus ditiup ke tempat lain agar bisa turun kembali ke bumi. Dia akan turun di tempat dan waktu yang tepat.

Begitu juga halnya dengan jodoh. Jikalau dua insan sudah ditakdirkan berjodoh maka pada akhirnya akan tetap bersatu, walaupun kadang berat cobaan dan jalan yang harus dilalui untuk itu. Aseekk...😉

So, buat para jomlowan dan jomlowati yang belum menemukan pasangan hidupnya tetap optimis ya. Enjoy the proccess! Hadapi setiap tantangan dengan senyuman, anggap aja itu sebagai panas matahari ataupun angin yang akan membawamu untuk bertemu jodohmu pada tempat dan waktu yang tepat. 😊

Jadi, bumi dan hujan akan selamanya berjodoh, seperti halnya kamu dan dia. Iya... Kamuu.... 😄😄





Rabu, 26 Desember 2018

Cobalah Lihat Lebih Dekat (Part 1) - Otot

Hai. Hai.. Haii..
Kali ini saya kembali dengan tema 'Cobalah Lihat Lebih Dekat'.
Akan ada beberapa postingan seperti ini ke depannya, jadi saya mulai dengan 'Part 1' ya.

Pada postingan ini kita akan membahas mengenai otot.
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang (https://id.wikipedia.org/wiki/Otot).
Otot dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu : otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

Secara bentuk, ketiganya dapat dibedakan seperti gambar berikut ini.

Sumber : Google

Saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai bentuk ketiga otot ini, saya lebih tertarik untuk melihat dari segi letak dan pengaturan pergerakannya.

OTOT POLOS ditemukan dalam organ pencernaan dan pembuluh darah, kerja otot ini diatur oleh sistem saraf tak sadar atau otonom. Jadi dengan kata lain, pergerakan otot ini akan berlangsung tanpa menunggu perintah dari otak.

OTOT LURIK terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar manusia dan hewan, dan menempel di rangka. Itulah mengapa otot ini disebut juga otot rangka. Pergerakan otot lurik diatur oleh sinyal motorik yang berasal dari otak. Jadi,otot ini gak akan bergerak tanpa diperintah oleh otak, atau dengan kata lain pergerakannya disadari.

OTOT JANTUNG merupakan otot yang bekerja memompa darah pada jantung. Pergerakan otot ini tidak dipengaruhi oleh sistem saraf pusat, namun dipengaruhi oleh interaksi saraf simpatik dan parasimpatik untuk mempercepat atau memperlambat denyut jantung. Pergerakan otot ini tidak dikontrol secara sadar.

Jadi, dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, diantara ketiga jenis otot tersebut hanya otot lurik/rangka yang bekerja dibawah kesadaran atau atas perintah dari otak, sedangkan otot polos dan otot jantung bekerja tanpa disadari.

Coba bayangkan gimana jadinya jika yang menempel pada tulang kita adalah otot polos, yang bisa bergerak tanpa diperintah oleh otak, bisa-bisa tangan bakal menjawil tanpa disadari, kaki bakal nendang tanpa disuruh, yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan keributan. Jadi, klo ada diantara temen-temen kalian yang suka jail colek2, nendang2 trus tanpa rasa bersalah bilang "sorryyy... gak sengaja", boleh dipertanyakan itu di tubuhnya yang melekat otot lurik atau otot polos? 😄

Trus apa jadinya juga jika di jantung yang ada adalah otot lurik, bakal barabe urusannya, lupa dikit jantungnya gak berdetak, ketiduran jantungnya juga diam, endingnya malah gak bangun-bangun dari tidurnya. Kan horor.. 😱

So, cobalah lihat lebih dekat, maka kita akan menemukan nikmat Allah yang tak terkira untuk kita.
Kita akan menyadari bagaimana Allah telah menciptakan kita dengan sangat sempurna, tanpa salah, tanpa error. Bahkan dalam hal yang kita sebut kecacatan pun sesungguhnya terdapat kesempurnaan karya-Nya, jika kita mau melihat lebih dekat.

Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban. Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

Jadi, Lihatlah lebih dekat, dan bersyukurlah.


Senin, 24 Desember 2018

LDR dan Hukum Coulomb

Kali ini saya mo ngomongin masalah yang rada sensitif niy bagi para pejuang cinta yang terpisah jarak dan waktu, aseeek...
Kira - kira mo ngomongin apaan yah??
Yup. kali ini kita bakal ngebahas soal LDR alias Long Distance Relationship, a.k.a hubungan jarak jauh.

Ternyata masalah LDR ini bisa dibahas dari kacamata Sains loh.


Gimana ceritanya??


Jadi gini. Kenapa banyak kasus hubungan kandas ketika dijalanin secara LDR??

Seorang ahli fisika Charles-Augustin de Coulomb telah menjawab tanya ini ratusan tahun lalu, tepatnya pada tahun 1785 ketika Coulomb mengemukakan suatu teori tentang gaya tarik dan gaya tolak kelistrikan antara dua benda yang bermuatan listrik. (biografi lebih lengkap bisa diintip di https://id.wikipedia.org/wiki/Charles_Coulomb)

Coulomb menyatakan bahwa, gaya listrik antara dua benda bermuatan listrik sebanding dengan besar kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan.


Dirumuskan dengan :




Ini berarti bahwa, jika besar muatan diperbesar maka gaya listrik antara kedua muatan akan semakin besar, dan berlaku sebaliknya. Juga jika jarak antara muatan diperbesar maka gaya listrik antara kedua muatan akan semakin kecil, dan sebaliknya.


Jadi apa hubungan Hukum Coulomb ini dengan pertanyaan di atas??

Jadi gini, jika ketertarikan antara kedua pasangan dimisalkan dengan F, besar cinta antara kedua pasangan dimisalkan dengan q1 dan q2, dan jarak yang terbentang antara kedua insan cinta dimisalkan dengan r, maka sesuai dengan hukum Coulomb di atas jika jarak antara kedua pasangan semakin diperbesar, maka ketertarikan lama-lama akan memudar, ujung-ujungnya kandas di tengah jalan, begitu juga sebaliknya.

Tapi pasti ada yang bakal jawab gini, 'buktinya banyak pasangan ngejalanin LDR awet2 aja koq, gak mesti kandas juga kali..'

Nah, sobat melupakan satu faktor lagi selain jarak, ada faktor besarnya muatan cinta antara kedua pasangan. Ketika besarnya cinta antara keduanya sangatlah besar, maka jarak tidaklah menjadi penghalang untuk keduanya tetap bersatu. Aseekk...

So, pesan moralnya, ketika kekuatan cintamu masih belum mumpuni, jangan coba2 deh buat LDR, yang ada nanti kamu cuma bisa urut dada, karena cinta kandas ditikung si dia yang selalu ada disampingnya. 😄😄


Ketika Sains Menjawab Semua Tanya

Sains sudah menjadi makanan sehari - hari saya sejak kecil.
Saya suka belajar sains. Ketika sekolah menengah atas saya memilih jurusan IPA (Sains), dan ketika melanjutkan kuliah juga jurusan Fisika, lagi-lagi sains. Maka tak heran jika sains sangat dekat dengan kehidupan saya.

Tapi itu semua masih pada tahap suka, belum mencintai..
Wah... Kenapa bawa - bawa urusan cinta ni? Apa hubungannya sama sains?

Saya punya sebuah teori, bahwa cinta pada sesuatu akan muncul ketika dia selalu ada, ketika dia selalu mengerti.. Itulah adanya dengan Sains. Ketika saya mulai merasakan Sains dalam setiap kegiatan saya sehari - hari ketika itulah rasa cinta kan Sains ini tumbuh. 💓💓💓

Gimana ceritanya niy?
Jadi gini, contohnya aja ya... Ketika muncul pertanyaan kenapa koq orang klo pasang AC posisinya selalu di atas, kenapa koq bukan di bawah aja, apa biar keren?? Atau biar keliatan orang?? Jadi klo ada tamu yang datang langsung notice gitu... Ciee ni orang punya AC... Apa begitu?? 😄
Ternyata bukan itu alasannya. Sains menjawab, jika udara yang dingin mempunyai massa jenis (kerapatan) yang lebih besar dibandingkan udara panas, massa jenis yang lebih besar akan cenderung bergerak ke bawah, dan massa jenis yang lebih kecil akan bergerak ke atas. Jadi ketika AC diletakkan di atas, maka udara yang dikeluarkan oleh AC yang notabenenya adalah udara dingin  dan punya massa jenis besar akan bergerak turun ke bawah sehingga seluruh ruangan akan terasa dingin. Coba aja bayangin klo pasang AC tu posisinya di bawah, udara dingin yang dikeluarkan AC gak akan bisa bergerak ke atas, otomatis yang dingin cuma lantai aja. Kan gak lucu klo kaki kedinginan sedangkan tangan sibuk ngipas2 krn badan masih kepanasan.. 😄😄😄



Alasan yang sama menjadi penyebab kenapa kumparan pemanas pada teko listrik dipasang di bagian bawah bukannya di atas.

Trus contoh lainnya niy.
Klo muncul pertanyaan kenapa koq roda itu bulet yah, kenapa gak dibikin bervariasi gitu biar lebih seru, misalnya aja bentuk persegi atau malah berbentuk hati 💗(ni orang kurang kerjaan apa ya?? mikirnya aneh-aneh😅).
Nah, Sains menjawab, bahwa dengan membuat roda berbentuk bulat maka bidang yang bersentuhan dengan tanah atau lantai menjadi lebih kecil, sehingga gaya yang diperlukan untuk menarik atau mendorong akan lebih kecil. Coba aja klo rodanya berbentuk persegi, gak kebayang kan capeknya. Yang ada bukannya didorong atau ditarik, malah bisa2 ditinggal, kayak hati ditinggal mantan. Jlebb.. ðŸ˜…

Soo... Itulah kenapa hati ini makin cinta sama Sains, krn Sains bisa menjawab segala tanya dan keresahan hati ini. 😄

Gimana?? Udah mulai cinta?? 😉

Cukup sekian dulu yaa. See you ...